Kamis, 08 Oktober 2015

TUGAS BULAN 1

Bahasa merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa karena bahasa merupakan sarana untuk membuka wawasan bangsa (khususnya pelajar dan mahasiswa) terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Dengan kata lain, bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan. Pada umumnya, negara maju mempunyai struktur bahasa yang sudah modern dan mantap.
Pemodernan bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting. Di Jepang,  misalnya, usaha pemodernan bahasa Jepang yang dirintis sejak restorasi Meizi telah mampu menjadi katalisator perkembangan ilmu dan teknologi di Jepang. Dengan pemodernan bahasa, semua sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dengan cermat sehingga wawasan berpikir bangsa Jepang dapat dikembangkan secara intensif lewat usaha penerjemahan secara besar-besaran.
Bahasa Indonesia memiliki setidaknya dua peranan yang masing masing peranan memiliki fungsi. Peranan yang pertama yaitu peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan peranan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional.
Seperti yang tercantum pada Undang-undang 1945, bab XV,pasal 36, tertulis bahwa Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia . 

Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa:
    
            Sebagai Bahasa Resmi kenegaraan, artinya Bahasa Indonesia sering digunakaan dalam situasi-situasi formal. Seperti saat sidang MPR, dapat dibayangkan bagaimana bila pemimpin sidang tersebut menggunakan bahasa daerahnya tentu apa yang menjadi tujuan sidang tidak akan tersampaikan karena hanya sebagian orang yang mengerti.

              Sebagai bahasa Pengantar pendidikan, sama halnya seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam situasi formal seperti di sekolah, pengunaan Bahasa Indonesia tentu sangat diperlukan agar isi informasi dapat tersampaikan. Walaupun tidak menutup kemungkinan seorang pengajar menggunakan bahasa daerah yang umum agar pembelajaran terasa lebih akrab.

Sebagai Alat penghubung tingkat nasional, sebagai Negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, tentunya yang juga berbagai bahasa, dalam event nasional diperlukan bahasa penghubung yang dapat dimengerti oleh semua orang.
            
             Sebagai Alat pengembang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, contohnya dalam sebuah skripsi atau tesis yang wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara Nasional yaitu:
             
             Sebagai Lambang kebanggaan bangsa, tentu kita patut bangga pada Bahasa Indonesia karena tidak semua Negara di dunia ini memiliki bahasa nasional. Seperti Negara singapura yang didalamnya tidak menggunakan bahasa singapura melainkan bahasa inggris.
            
             Sebagai Identitas Bangsa, bila kita menggunakan Bahasa Indonesia di luar negeri masyarakat disana pasti akan langsung mengenali bahasa tersebut dari Indonesia karena tidak ada Negara lain yang menggunakan Bahasa Indonesia.
            
             Alat pemersatu dan penghubung antar daerah, artinya Bahasa Indonesia menjadi pemersatu bahasa Tradisional yang terdapat di Indonesia.


Peranan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara:
1.    Bahasa sebagai alat komunikasi.
2.    Bahasa sebagai alat pengekspresian diri.
3.    Bahasa sebagai kontrol sosial.
4.    Bahasa sebagai alat intergrasi dan adaptasi sosial dalam lingkungan.


Setelah mengetahui Bahasa Indonesia memiliki peranan penting bagi kehidupan, apakah kita semakin tertarik menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Muncul suatu pertanyaan apakah sebenarnya yang dimaksud Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu?. Sesungguhnya pengertian bahasa yang baik dan benar bukanlah berarti kita mengunakan bahasa yang resmi dimanapun kita berada.


Sebagai contoh, pernahkah kita merasakan canggung bila menggunakan bahsa Indonesia resmi dalam percakapan sehari-hari antar teman? Jawabannya tentu saja ya. Hal ini dapat menunjukan bahasa yang baik adalah bahasa yang pengunaannya tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Sementara bahasa yang benar adalah bahasa konsisten menerapkan kaidah-kaidah bahasa semacam EYD.
2.1 Ragam Bahasa
             Ragam Bahasa itu sendiri ialah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
              Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.
Macam dan jenis ragam bahasa:   
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, jurnalistik, dsb.  
 2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden soeharto, gaya bahasa binyamin s, dsb.   
3. Ragam bahasa pada sekelompok anggota masyarakay suatu wilayah seperti dialeg bahasa madura, medan, sunda, dll.  
 4. Ragam bahasa pada masyarakat suatu golongan seperti ragam bahasa orang akademisi berbeda dengan ragam bahasaorang jalanan.   
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.  
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal dan informal.
Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi. Bahsa isyarat atau gestur atau bahasa tubuh adalah salah satu cara berkomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat digunakan permanen oleh penyandang cacat karena mereka mempunyai bahasa sendiri.
Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah. Sebuah bahasa punah ketika bahasa itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa lain.Orang indonesia kini boleh jadi tidak mengerti bahasa melayu yang digunakan di indonesia awal abad ke-20. Karena bahasa indonesia saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infusi kata-kata bahasa asing. Bisa dikatakan bahasa melayu bermetamorfosis dalam bahasa indonesia. Kelak kalau bahasa indonesia makin berkembang dan demikian pula bahasa melayu malaysia kemungkinan bahasa melayu akan punah. Karena pengaruh globali sasi dan IPTEK menyebabkan masyarakat indonesia menganggap bahasa indonesia itu :   
 * Tidak gaul.    
* Terlalu formal.
Rapuhnya bahasa indonesia disebabkan :    
* Tergerus arus globalisasi.    
* Kemungkinan banyak oran yang tidak menyukai peraturan bahasa indonesia.    
* Tidak adanya relasi masyarakat dengan pemerintah tentang pembudidayaan.
Selain bahasa asing, bahasa daerah juga memberi pengaruh pada perkembangan bahasa indonesia. Karena bahasa indonesia mungkin dianggap terlalu formal untuk dipakai sehair-hari. Tidak apa-apa sebenarnya bahasa asing menyerap kedalam bahasa indonesia. Sebagai bahasa yang terbuka, bahasa indonesia harus luwes menerima unsur bahasa lain.
Bahasa indonesia mengenal dua macam serapan yakni :    
* Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia.    
* Unsur asing yang pengucapan dan penulisannya telah disesuaikan dengan kaidah bahasa indonesia.
Ragam dari segi sudut pandangan bidang atau pokok persoalan :
Ragam Bahasa Bisnis
Ragam bahas bisnis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis, yang biasa digunakan  oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya
Ragam Bahasa Hukum
Ragam bahasa hukum adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas dalam dunia hukum, mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri, oleh karena itu bahasa hukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Ragam Bahasa Fungsional
Ragam bahasa fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.
Ragam Bahasa Sastra
Ragam bahasa sastra adalah ragam bahasa yang banyak menggunakan kalimat tidak efektif. Penggambaran yang sejelas-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra.
Ragam Bahasa Tulis
Adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata.
Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
1.    Ragam daerah disebut (logat/dialek). Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
2.    Ragam pendidikan adalah Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.

2.2 EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Dan Tanda Baca
Ejaan yang disempurnakan memuat kaidah-kaidah bahasa Indonesia, seperti  penulisan huruf, penulisan kata, penulisan tanda baca dan penulisan unsur serapan. Penulisan huruf berkaitan dengan aturan penulisan nama diri, nama jenis, nama sebutan dan huruf pada lambang bilangan. Penulisan kata berkaitan dengan aturan penulisan kata baku, kata depan, kata ulang, gabungan kata dan bentuk singkatan/akronim. Penggunaan tanda-tanda baca dan aturan penyerapan kata asing yang menjadi kosakata bahasa Indinesia.  EYD ini hendaknya menjadi acuan/patokan dalam berbahasa Indonesia agar tidak terjadi kesalahan.
Nama diri yang diatur penulisannya dalam pedoman umum EYD berhubungan dengan :

1.     nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, dan gelar keilmuan yang diikuti nama orang
contoh  kalimat:
a.      Doktor cendekiawan dikenal sebagai pemberi harapan palsu.
b.     Haji sandhi seorang yang pintar dalam berhitung.

2.     nama jabatan pangkat yang diikuti nama orang, instansi atau tempat
contoh kalimat:
a.     Walikota depok  membuat peraturan satu hari tanpa nasi.
b.     Kolonel sandhhi faturahman adalah colonel terbaik.

3.     nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
contoh kalimat:
a.     Pulau Jawa terpadat  penduduknya  di Indonesia.
b.     Bahasa Indonesia belum menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

4.     nama tahun, bulan, hari, hari raya dan peristiwa sejarah
contoh kalimat:
a.     tragedi mina terjadi pada tahun 1436 Hijriah.
b.     pada tahun 2014 real Madrid menjadi juara liga champion untuk yang ke 10.

5.     nama khas geografi
contoh kalimat:
a.      Salah satu daerah pariwisata di Sumatera adalah Danau Toba.
b.     Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dihubungkan oleh Selat Sunda.

6.     nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan
contoh kalimat:
a.      Ayu Utami mengarang novel Saman.
b.     “Kiat Mengatasi Gejala Penyakit Kejiwaan”.


 Huruf pada nama julukan atau sebutan

Nama julukan atau sebutan lain dari sebuah nama diri diperlakukan sebagai nama diri dan dituliskan dengan huruf awal kapital.
Contoh kalimat:
a.      Dia tinggal di Bandung, yang mendapat julukan Kota Kembang
b.     Aceh (Serambi Mekah) dikejutkan oleh peristiwa gempa bumi dan tsunami.
c.     Dia lebih dikenal sebagai Pak Raden daripada Suryadi.
Kota Kembang, Serambi Mekah, dan pak Raden dituliskan dengan huruf awal kapital karena digunakan sebagai pengganti nama diri atau sebagai nama lain.


Huruf pada lambang bilangan

Angka digunakan untuk menuliskan lambing bilangan atau nomor yang dinyatakan dengan angka Arab (1,2,3,4…) atau angka Romawi (I,II,III,IV…). Kaidah penggunaan angka  antara lain untuk:
1.     menyatakan ukuran panjang, berat, luas dan isi. Misalnya 5 meter, 2 ons dan 100 meter
2.     menyatakan satuan waktu, misalnya 5 jam 30 menit
3.     menyatakan nilai uang, misalnya Rp 5.000,00, US$ 2,500.00, 100 yen
4.     menyatakan kuantitas, misalnya 30 persen, 27 murid
5.     melambangkan nomor yang diperlukan pada alamat. Misalnya Cempaka Putih Tengah IV, No. 53.
6.     memberi nomor bagian karangan dan ayat suci, misalnya
Bab IX, subbab 13, halaman 366
Surat Al Ikhlas: 1 – 4



Kata Baku dan Tidak Baku

Sebuah kata dapat dinyatakan baku apabila kata tersebut digunakan sebagian besar masyarakat dalam situasi pemakaian bahasa yang bersifat resmi dan menjadi rujukan norma dalam penggunaannya. Sementara itu, sebuah kata dinyatakan tidak baku apabila kata itu menyimpang dari norma kosakata baku (misalnya munculnya unsur kedaerahan atau penyerapan kata asing yang tidak mengikuti kaidah yang berlaku).
Contoh kosakata:
No.
Tidak Baku
Baku
1.
Karir
Karier
2.
Isteri
Istri
3.
Ijin
Izin
4.
Aktip
Aktif
5.
Handal
Andal
Kosakata baku memiliki tiga sifat, yakni kebersisteman, kecendekiaan, dan keseragaman.


Kata Depan

Kata depan dalam bahasa Indonesia adalah di, ke, dan dari. Kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.  Akan tetapi, dalam kenyataannya masih banyak pengguna bahasa yang kurang dapat membedakan kata depan dengan awalan. Untuk mengatasi keraguan, pengguna bahasa dapat menentukan kata depan atau awalan dengan cara berikut:
1.     Jika bentuk kata “di” dapat digantikan oleh ”ke” dan ”dari” atau sebaliknya, makna kata ”di” tersebut termasuk kata depan dan harus dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh:
a.      Di samping saya terlihat banyak bangunan yang runtuh.
b.     Dari samping saya terlihat banyak bangunan yang runtuh.


   Kata Ulang

Kata ulang adalah bentuk kata yang dihasilkan dari proses perulangan dan dituliskan secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Menurut bentuknya kata ulang dibedakan menjadi empat jenis yaitu sebagai berikut:
1.     Kata ulang murni (perulangan kata dasar)
contoh: cepat-cepat, batuk-batuk, kadang-kadang.
2.     Perulangan berubah bunyi
contoh: bolak-balik, compang-camping, tindak-tanduk
3.     Perulangan berimbuhan
contoh: tolong-menolong, hormat-menghormati, keheran-heranan
4.     Perulangan sebagian. Kata ulang ini dalam bahasa Indonesia jumlahnya terbatas.
contoh: tetamu, lelaki, tetumbuhan.


Bentuk Singkatan dan Akronim

Singkatan adalah bentuk bahasa yang dipendekkan dari kata atau kelompok kata yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Singkatan seperti itu banyak dijumpai pada nama diri, seperti nama lembaga dan nama orang, serta kata-kata umum dalam bahasa Indonesia. Singkatan tersebut dapat dituliskan dengan tanda titik atau tanpa tanda titik.
Contoh:
Singkatan tanpa tanda titik               Singkatan dengan tanda titik
SDM                                                 Dr. Ir. Priyono (gelar di depan)
BPUPKI                                           Bustanuddin, S.S. (gelar di belakang)
BPK                                                 A. S. Nungcik (singkatan nama di depan)
DPR                                                 Emi A.T. (singkatan nama di belakang)

Akronim merupakan singkatan dari deret kata yang dapat berbentuk gabungan huruf, suku kata, atau gabungan huruf dan suku kata. Hasil gabungan itu dianggap dan diperlakukan sebagai kata. Akronim dapat dibedakan atas akronim nama diri dan akronim bukan nama diri. Akronim yang berasal dari nama diri dituliskan dengan huruf awal kapital. Sedangkan akronim yang bukan nama diri dituliskan dengan huruf kecil.

Contoh akronim nama diri:
Depkes                 (Departemen Kesehatan)
Bappenas             (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
Kowad                 (Korps Wanita Angkatan Darat)

Contoh akronim bukan nama diri:
Amdal                  (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)
Rapim                  (Rapat Pimpinan)
Waskat                 (Pengawasan Melekat)

Pemakaian tanda baca

Pemakaian tanda baca dalam ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan mencakup pengaturan (1) tanda titik, (2) tanda koma, (3) tanda titik koma, (4) tanda titik dua, (5) tanda hubung, (6) tanda pisah, (7) tanda elipsis, (8) tanda tanya, (9) tanda seru, (10) tanda kurung, (11) tanda kurung siku, (12) tanda petik, (13) tanda petik tunggal, (14) tanda ulang, (15) tanda garis miring dan (16) penyingkat (Apostrof).




sumber:


Minggu, 05 April 2015

Srategi Pemasaran PT. INDOFOOD (Produk Mie Instan)

           
         Ketatnya persaingan yang dihadapi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. khususnya di bidang produk mie instan menjadikan perusahaan harus bekerja keras untuk tetap menjaga market share dan posisi perusahaan sebagai market leader, dan salah satu yang harus diperhatikan ialah strategi pemasarannya. Dengan banyaknya pesaing membuat masyarakat memiliki banyak pilihan produk mie instan dan membuat berbagi produk tersebut bersaing ketat merebutkan pangsa pasar. Persaingan yang timbul dalam menggaet konsumen dimungkinkan dapat ditemukan oleh kejelian masing-masing perusahaan dengan menerapkan strategi pemasaran yang jitu dan tidak mudah diikuti oleh perusahaan lain. Dengan tujuan menangkap dan memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam serta untuk meraup pangsa pasar yang besar, dalam menerapkan strategi pemasarannya PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. pun menjalankan kegiatan pemasaran dengan menggunakan variabel produk, harga, promosi dan distribusi yang dikenal dengan istilah bauran pemasaran (marketing mix / 4P).


Product

Sasarannya adalah bagaimana pengadaan usaha penyempurnaan dan perubahan produk ke arah yang lebih baik sehingga dapat mempengaruhi daya guna dan daya pemuas serta daya tarik dalam keputusan pembelian konsumen yang lebih besar. Indofood menampilakn Produk Konsumen Bermerek yang terdiri dari empat divisi yaitu Mi Instan, Bumbu Penyedap Makanan, Makanan Ringan dan Nutrisi & Makanan Khusus. Lengkap dengan detail produknya.

Dalam divisi mie instan hampir semua brand dalam portfolionya disegarkan kembali dengan kampanye baru maupun peluncuran produk baru. Indomie disegarkan dengan kampanye ”Selera Nusantara” yang lebih modern. Sarimi lebih difokuskan untuk membendung produk unggulan Mie Sedaap Soto Ayam—dengan meluncurkan produk Sarimi Soto Koya yang di-endorse oleh Luna Maya. Sementara Supermi disegarkan dengan meluncurkan produk baru: mie goreng rasa soto (GoSo), rasa bawang (GoBang), dan rasa kari (GoKar). Indofood juga menggunakan Slank untuk meng-endorse Supermi—Supermi tampaknya akan dijadikan brand unggulan kedua Indofood setelah Indomie yang menyumbang hampir separuh omset divisi noodle Indofood. Akan halnya Pop Mie, meskipun saat ini bisa dibilang melenggang sendiri tanpa head on competitor, Indofood sudah mengantisipasinya dengan upaya building brand melalui kampanye dan promosi di kalangan remaja.


Price

Dalam menentukan harga mie instan Indofood membedik 2 target pasar yaitu kalangan menengah ke atas dan kalangan menengah ke bawah. Untuk membidik target menengah ke atas, Indofood menggunakan Indomie sebagai produk yang digunakan. Dengan sudah dimilikinya brand mie instan, strategi harga Indomie ditentukan dengan memilih strategi harga di atas rata-rata pesaing, namun juga diimbangi dengan kualitas produk yang baik. Sementara itu untuk target mengah ke bawah, Indofood meluncurkan Supermi dan Sarimi, dan strategi harga yang digunakan ialah menggunakan strategi harga sama dengan rata-rata pesaing.


Place

Indofood memiliki jaringan distribusi terluas di Indonesia, menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin. Saluran distribusi yang panjang dan tersebar di seluruh Indonesia membuat produk mie instan dari Indofood sangat mudah ditemukan baik di swalayan maupun took-tko kelontong. Hal itu membuktikan bahwa strategi distribusi yang diterapkan Indofood sangat berhasil guna memenuhi permintaan pasar dan memperluas pangsa pasar.

Promotion

Meski telah menjadi market leader di bidang produk mie instan, Indofood tetap gencar melakukan promosi, terutama melalui media elektronik khususnya televise, yang mana sudah banyak masayarakat Indonesia yang memiliki televisi. Dengan promosi massal menggunakan periklanan yang menarik, Indofood mengupayakan untuk menanamkan brand produk kepada konsumen agar semakin kuat posisinya pada brand image konsumen.

sumber:
http://blog.ub.ac.id/dhitawardhana/2013/11/21/strategi-pemasaran-pt-sukses-makmur-tbk-terhadap-produk-mie-instan/

Desain Dan Struktur Organisasi

Minggu, 29 Maret 2015

Tulisan 4 ( JASA PENGIRIMAN LOGISTIK)

         industri-industri dan pedagang besar lebih banyak mengatur sendiri semua kegiatan usahanya baik mulai dari kegiatan produksi hingga pemasaran serta distribusi semua produknya kepada customer. Hal tersebut tentunya dimaksudkan agar semua kegiatan yang berhubungan dengan penanganan produk-produknya akan tetap terjaga kualitas dan mutunya pada saat sampai kepada pelanggan (end user).

         Namun semakin ketatnya persaingan yang terjadi didalam dunia perdagangan dan dunia industri itu sendiri, ditambah dengan kondisi perekonomian dunia yang mengalami resesi secara global ini tentunya sangat diperlukan adanya inovasi produk dan efisiensi oleh perusahaan tersebut agar dapat bertahan. Industri-industri tersebut diharapkan untuk selalu berinovasi terhadap produk-produknya agar selalu dapat diterima oleh customer (masyarakat). Efisiensi pada semua bagian juga sangat diperlukan agar dapat menekan cost atau biaya produksi yang tentunya agar berimbas kepada harga jual produk tersebut.

          Untuk itulah peranan Perusahaan Jasa Logistik dan Distribusi mulai dirasakan oleh banyak pihak. Dengan menggandeng perusahaan Jasa Logistik dan Distribusi diharapkan perusahaan-perusahaan industri dan perdagangan akan lebih berkonsentrasi terhadap perkembangan dan inovasi produk-produknya selain itu juga diharapkan dapat lebih meluangkan waktunya untuk berkonsentrasi terhadap pemasarannya sedangkan semua kegiatan yang berkaitan dengan logistik dan distribusi diserahkan kepada Perusahaan Jasa Logistik dan Distribusi.

         Atas dasar inilah pada kesempatan ini, kami dari ABM Logistics Indonesia sebagai salah satu perusahaan Jasa Logistik dan Distribusi di Indonesia, ingin mengajukan kerjasama dengan beberapa perusahaan multi nasional didalam kaitannya dengan penyediaan sarana gudang sebagai tempat penyimpanan barang-barang dan sekaligus pengirimannya ke seluruh wilayah di Indonesia, khususnya ke Indonesia Tengah dan Timur Indonesia..

       ABM Logistics Indonesia  Merupakan perusahaan Swasta Nasional yang bergerak dalam bidang Jasa Pengiriman Barang dirintis sejak Tahun 2001. Didirikan dan dipimpin oleh tenaga profesional yang berpengalaman, dalam bidang  Jasa Kargo, Transportasi, Pindahan, Logistik dan Distribusi.

Dibangun dari  kecil dimulai dari bawah dengan dasar ketekunan, kesabaran terus – menerus , belajar dari  banyak pengalaman dan komitment yang tinggi. Perusahaan ABM ini  terus merangkak  untuk  dapat mencapai cita-citanya.

Kini Perusahaan ABM Logistics Indonesia selain terus meningkatkan jumlah jaringan pengirimannya lebih dari 30 kantor cabang dan kantor perwakilan daerah di Indonesia.

Visi & Misi ABM Logistics Indonesia

• Menjadi Perusahaan yang memiliki Bisnis Jasa Jaringan Distribusi Barang yang bersifat Nasional dan Internasional yang mampu mengelola kegiatannya secara profesional serta menggalang potensi daerah baru utk mengembangkan bisnis dan usahanya sendiri dengan maksimal.
• Menjadi salah satu Pemain Nasional yang menjadi pilihan utama di bidang Teknologi Business Logistik dan Distribusi Pengiriman Barang yang diakui oleh Industri dan Perdagangan di Indonesia dan negara-negara lain.
• Menjadi perusahaan yang dapat melayani secara Profesional kepada masyarakat, Industri, Perdagangan dan sekaligus memberikan solusi dibidang Business Logistics dan Distribusi.
• Menjadi tempat Berkarya yang aman, nyaman bagi pelaku bisnis, dan sekaligus bagi karyawannya.
Keuntungan Bermitra ABM Logistics Indonesia
• Hubungan baik yang selama ini telah dibangun oleh ABM Logistics dengan vendor-vendor dari berbagai perusahaan maskapai penerbangan, perusahaan pelayaran serta perusahaan trucking dan kereta api, akan sangat membantu didalam pendistribusian semua barang tersebut didalam kaitannya dengan penyediaan tempat (block space) serta jadwal dan jangka waktu pengiriman yang pasti.
• ABM Logistics ditunjang dengan armada yang memadai yang selama ini selalu diawasi kondisi dan kelayakannya, dan dikerjakan oleh sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman dibidangnya, serta standar operasional kerja yang selalu dijaga kualitasnya, akan sangat bermanfaat bagi pelanggan ABM Logistics didalam menyampaikan semua material barangnya sesuai dengan jadwal dan kebutuhannya.
• Pusat Informasi dan Customer Service yang ramah dari ABM Logistics akan selalu memberikan informasi stock barang di gudang dan informasi status pengiriman kepada pelanggan ABM Logistics, baik secara manual (melalui telepon,fax,dan sms) ataupun secara otomatis (Information System melalui internet).
Berbagai Macam Produk ABM Logistics Indonesia

1.Layanan pengiriman cepat melalui ABM Xpress
2.Layanan pengiriman barang besar dan kontainer melalui ABM Trans
3.Layanan pengiriman barang pindahan melalui ABM Mover
4.Layanan pengiriman distribusi barang melalui ABM Logistics and distribution
5.Dan didukung Jaringan kerjasama sampai seluruh pelosok daerah di Indonesia.
Jenis Layanan ABM Logistics Indonesia

1. ABM Xpress  (Udara, kapal cepat)
Merupakan layanan pengiriman cepat jenis kiriman paket, parcel dan cargo dari dan ke tujuan wilayah di Indonesia.
2. ABM Trans  (LTL/FTL dan LCL/FCL) Merupakan layanan pengiriman barang dengan sewa kendaraan sesuai dengan kapasitas / kebutuhannya dari satu kota asal ke satu kota tujuan ( per trip).
3. ABM Mover (Kantor, Tempat Usaha, Pabrik, Resto, Rumah dll.)
Merupakan layanan yang aman dan efisien, untuk segala jenis pindahan. Semua pekerjaannya adalah terencana dan dikoordinasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, baik itu untuk melayani pindahan rumah, tempat usaha atau untuk pindahan kantor sekalipun.
ABM Logistics and Distribution (Warehouse, Inventory Management, Distribution). Merupakan layanan distribusi yang terpadu antara Perusahaan Client dengan ABM Logistics didalam bidang Logistics. Jadi semua kebutuhan baik mulai dari pengaturan inventory sekaligus distribusinya akan menjadi tanggung jawab ABM Logistics sesuai dengan kebutuhan dari Perusahaan Client.

Sumber:
http://www.academia.edu/8187883/STRATEGI_TURNAROUND_DI_TENGAH_PERSAINGAN_DAN_PERUBAHAN_TEKNOLOGI_SEBUAH_PEMBELAJARAN_DARI_PT._POS_INDONESIA
http://www.solopos.com/2011/12/06/kekuatan-logistik-dalam-mendukung-geliat-bisnis-ekonomi-127742
https://jasapindahrumahdenpasar.wordpress.com/tag/perusahaan-jasa-pengiriman-barang/